Perbedaan terkait Pencerahan
- 23 Jan 2025
- 1 menit membaca
Merasakan Pencerahan
Yang dimaksud dengan ‘merasakan pencerahan’ adalah adanya sesuatu yang terangkat, terlepas, atau
hilang - sesuatu yang sebelumnya terasa berat, membatasi, atau membebani.
Hilangnya hal ini menimbulkan rasa kelegaan: sehingga tercipta lebih banyak ruang batin, kedamaian,
atau kejernihan dibandingkan dengan keadaan sebelum hal itu dihilangkan.
Setiap manusia, apa pun kondisi kesadarannya saat ini, dapat mengalami hal ini.
Pengalaman dalam / dengan Keadaan Pencerahan
Jika seseorang dengan sadar menempuh Jalan batin menuju TERANG, ia akan mengalami saat-saat di
mana ia berada dalam keadaan Pencerahan. Pada saat-saat seperti itu, seseorang menyatu dengan Diri
Sejati-nya.
Hal ini dilakukan demi memperoleh pengalaman, dan salah satu tujuannya adalah agar orang tersebut
menyadari perbedaan yang sangat besar antara segala sesuatu yang ada di dalam dan di sekitar dirinya
- dari dan dalam keadaan ini, yaitu keadaan Pencerahan.
Inilah pengalaman-pengalaman tersebut.
Hanya Dunia Ilahi yang dapat menunjukkan apakah seseorang, pada saat-saat seperti ini, berada dalam keadaan tersebut.
Harap diperhatikan: Mencapai pencerahan, sesuai dengan Dunia Ilahi, adalah hal yang (sama sekali)
berbeda.
Status Pencerahan/ Pencerahan Menurut Standar Sang Ilahi.
Suatu hari nanti kamu akan memasuki alam Kesadaran Tingkat Tinggi.
Kemudian kamu akan mencapai Pencerahan: kamu akan mencapai Status Pencerahan, sesuai dengan
yang ditetapkan oleh Dunia Ilahi.
Hanya Dunia Ilahi yang dapat menentukan apakah seseorang telah mencapai Tingkat Pencerahan.
WALI TUNGGAL 24 - 13
23 januari 2025


